Puisi Oktober

Kaukah patung dari semua batu
yang enggan menyentuh hujan
Atau kerikil di bawah pintu
yang tak hirau pada badai
dan gigil anak kecil
semalaman meringkuk
di bawah selimut

Kau kata-kata ingkar
Basuh aku dengan luka
Menangislah
tapi jangan garami air mataku
Karena segalanya
akan meninggalkan kesedihan

Bacalah setiap peta
Maka kau akan bertanya
Di mana cinta suci pernah berumah
selain dalam diam
sekawanan burung pengelana

Usaikan semua sedu
Karena waktu
bukan hanya milik kita
dan igauanmu
tentang kenangan akan kepedihan

Sebab sekarang ini
aku sudah tak ingin
mengecup petang dirimu
yang bimbang

Jadi pulanglah
wahai duri
yang tak ingin jadi bunga
atau apa saja
yang memberi ruang
untuk merenung
tentang waktu
dan rasa bersalah yang senyap

(dimuat di Tempo, 2010)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s