Sajak Mei

Menuju Sanur
orang-orang kerap merasa ingin jatuh cinta
seperti kita yang belia
mengenang aroma pasir dan cerita bintang laut

Sementara itu bulan
menyentuh bibir laut
berkali memantulkan bayangan
di atas gelombang

seolah mengabarkan bijak pepatah :
setiap kali jatuh cinta
setiap kali itu kita jumpai kehilangan

Kukirim perahu untukmu
kusertakan segala mata angin
Siapkan hati dari badai dan rindu
dari karang yang kerap menghalau lajunya

hingga suatu saat
entah kita akan kembali
atau kehilangan alamat masing-masing

(dimuat di Bali Post tempo doeloe, masuk antologi Ubud Writers & Readers Festival 2013)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s