Di Kelapa Lima

Malam di Kelapa Lima
laut bertukar tegur dengan pohon gamal
daunnya jatuh pada gelas minummu

Kau yang urung menyelesaikan cerita
tentang seorang pria
menghitung hujan di negeri timur
dan bocah yang tertidur
setelah mengingat lambai ayah di perbatasan

Malam di Kelapa Lima
tergenang cahaya kota Kupang
dan tarian yang meniru angin
meniru getir kisahmu

Bayang-bayang pohon gamal
tampak dalam gelas kita
bunga-bunganya terbang
di antara nyanyi seorang nona

Ceritalah, ujarkan segala ingatan
seperti penari kataga
tak ragu dengan parangnya
Di Kelapa Lima
tuanglah riang dalam gelasmu
dan bayangkan diri sebagai pohon tinggi
kelak tumbuh di atas karang terpilih

(dimuat di Kompas, 28 Juli 2013)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s