Dua Tukang Sapu

Dua tukang sapu
menyeberang jalan
pagi itu

kembali untuk hari
bagai doa pohon tua
dua tukang sapu
bertukar gurau
waktu lembab di topinya

sebelum tiba di seberang
daun gugur seperti biasa
lampu padam pukul enam

dua tukang sapu
berteduh di sela pohon
mengingat nama-nama anaknya
sementara seekor kumbang
meniru bentuk sayap
yang tak lagi dimilikinya

cahaya pagi meluncur
ke dalam angan
membentuk sepotong roti
untuk mereka bagi

(dimuat di PIkiran Rakyat, antologi penyair Ubud Writers and Readers Festival 2013)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s