Malam Budaya di Whitehorse

image

Menari Kembang Jatoh

Sepuluh pemuda Indonesia dari sejumlah daerah di Nusantara menyanyikan lagu ”Rayuan Pulau Kelapa” gubahan Ismail Marzuki pada Malam Budaya, 30 Desember 2014, di United Church, Whitehorse, Kanada. Di panggung, dikelilingi sinar lampu yang benderang dan irama gitar, peserta program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada itu tampak menghayati syair lagu nasional tersebut.

”Rasanya rindu pada Indonesia. Kami sangat bersyukur lahir dan tumbuh di Tanah Air dengan segala keragamannya,” kata Supervisor Proyek Tim Indonesia, Astrid Nainggolan.

Lagu sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada masyarakat setempat yang telah menyambut hangat kehadiran mahasiswa Indonesia. Malam itu, sepuluh pemuda Indonesia bersama sepuluh pemuda Kanada yang juga menjadi peserta program, menampilkan aneka tarian, seperti tari Tortor Somba dari Sumatera Utara, tari Kembang Jatoh dari DKI Jakarta, tari Zapin Muda Mudi dari Kepulauan Riau, dan tari Saman asal Aceh. Sejumlah lagu Nusantara pun dinyanyikan bersama secara medley.

”Saya senang bisa belajar kesenian Indonesia, terutama tari Saman. Kami giat berlatih agar bisa menghafal semua gerakan. Proses latihan yang panjang itu ternyata juga mempererat kebersamaan tim,” kata Caleb Sher, pemuda asal Ottawa, Kanada.

Dari Padang, mahasiswa Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Oktavino Nurdhia, menarik perhatian penonton dengan tari Piring yang lincah.

Penampilan solo juga dibawakan Nindya Juwita Utimadini yang mempertunjukkan tari Zapin Kipas Kreasi dari Kalimantan, ada juga persembahan tari Sekar Jagat dari Bali, serta beberapa nomor pertunjukan lainnya, termasuk komedi pendek dan poetry slam dari anak-anak muda Kanada.

Sharon Shorty, orangtua angkat salah satu peserta, menyampaikan apresiasinya di sela-sela acara malam itu. ”Ada banyak budaya di Indonesia yang ternyata serupa dengan budaya kami di sini. Kami merasa ada kedekatan antara satu sama lain,” tutur Sharon yang juga salah satu tokoh penting di kalangan First Nation (suku Aborigin) di Whitehorse.

Apresiasi lainnya datang dari Wali Kota Whitehorse Dan Curtis yang turut memberikan pidato kala itu.

”Saya pernah terlibat dengan sejumlah program pertukaran pemuda di Whitehorse selama beberapa tahun belakangan. Bagi saya, tahun ini adalah yang terbaik. Anak-anak muda ini berhasil jadi bagian dari masyarakat kami,” ujarnya.

Setelah Malam Budaya, surat kabar setempat, Whitehorse Daily Star, memublikasikan sejumlah foto dokumentasi kegiatan selama dua hari berturut-turut.

Dimuat di Kompas, Selasa, 17 Februari 2015

image

Mengisi Halaman Pertama di Koran Setempat

image

Tari Piring oleh Oktavino Nurdhia

image

Menyanyi Lagu-Lagu Daerah di Nusantara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s