DI KEMENUH

Melintasi desa ini
aku terkenang padamu
sekecup senja yang dulu
dan hari-hari yang lekas pergi

singgahlah pada setapak jalan
di Kemenuh
dan temui aku di sana
bersama puisi yang berenang
di kali-kali kecil

bocah-bocah mandi
di bening sungai
dekat sawah
yang mengingatkan siapa saja
pada masa tua yang bahagia
atau waktu kanak
ketika ayah yang marah
mengejar kita
seharian bermain di ladang
lupa pulang
lupa segala malang

di atas dangau
tampak langit
memerah sembap
ah, berapa sudah kini usiaku?
masihkah bocah yang sering tersipu
atau si tua renta dengan tongkat kayu?

bergegas kunyalakan lampu
agar terang kelok di depan
benderang hati menantang

Dimuat di koran Indopos, 30 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s