HANGUS ROTIKU

Dua roti dalam pemanggang
air panas dalam poci
laparku terbit
sebelum matahari

pada dinding masih tercium
wangi kamomil
juga kopi kemarin
dan di bagian piring
yang luput dicuci
tersisa hambar
warna mentega

ah, menit selalu terlambat tiba
setiap kali kunanti
matang sarapan

mungkin ia tengah singgah di kampungku
jadi saksi doa dan upacara
atau menghidupi serpihan kenangan
sepasang pelancong di pantai Kuta
tiap hari bertualang ia di bundar bumi
juga semesta angkasa
di luar imaji

setengah bercanda kumengira
adakah wangi mentega di galaksi sana,
pada orbit bintang mati
atau planet baru berpenghuni
aroma yang menggoda kita
menyusuri lekuk dunia?

tapi yang kutahu dari ilmu
tak ada sepasang roti
mampu berdekapan disitu
dalam hampa udara
tanpa tanda bagi tanya

menit menyusut
meresap di dinding
laparku terbang ke jagat sepi
awang-awang masa depan
yang tak selalu pasti
seperti rasa sepoci kopi,
teh kamomil pereda gigil

sekilas cahaya
terbias di jendela

ke barat
mentari melesat
menit pun bergegas maju
ah! hangus rotiku
terperangkap nyala waktu!

Dimuat di Indopos, 30 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s