KEMBALI KE LABERGE

sepi meleleh
di unggun api

abu hari
berhembus
ke hangus kayu

apalah beda
senja dan malam
mentari bangun
dan terbenam
tak terkira
tak lagi setia pada kita

pada angsa yang dulu
kusisipkan selapis tanya tentang muasalnya
melekat di sela tipis bulu sayap
yang gugur perlahan
sepanjang migrasi ke Selatan

pada laba-laba hitam yang silam
tertaut mimpi burukku
cemas terjaring waktu
sebelum kuresapi
tulus hati matahari
sebelum kupercaya
gerak kabut di udara

Kutuang teh dari termos
sambil duduk di bangku kayu
terasa benar hangat menjalar di tangan
meluncur ke lambung
menghalau beku dan risauku

di cangkir
terpantul warna langit

di tepi batin kini
terlihat danau semata
tersimpan senantiasa
rahasia kedalamannya

Dimuat di koran Indopos, 30 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s