MEMANGKUR SAGU

            : Suku Kamoro

“Sudah waktunya”
para tetua berkata

dengan isyarat tangan
doa mengalun ke langit
syukur terimakasih
bagi pohon terpilih

mengayun kapak tetua
menari rumbai
rumbia para mama
sambut sagu pertama
di musim itu

terbayang wajah
anak-anak di rumah
buah tangan dan sukacita
dibawa pulang
sebelum petang

terkenang pula
kisah di waktu silam
tentang manis inti pati
dan ulat yang menggeliat sendirian
bukan dalam rekah apel merah
namun putih sari
daging sagu
dalam pangkur pertama leluhur

nyanyi mama
mengalir dalam pelepah palma
menapis serat
menepis peluh dan keluh
sambil teringat senyum si bungsu
menanti pesta sagu

“ambil ampasnya”
tetua percaya
ada berkat dalam sisa
terlebih dari pohon terpilih
yang terbebas dari dosa

kini sebelum pergi
seungkap syukur lagi dipanjatkan
bagi sebatang pohon
yang tulus
serupa doa orang kudus

cahaya senja
lembut menyelinap
di kaki hutan
mengiringi setapak jalan
kembali pulang

Dimuat di koran Indopos, 30 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s