Penulis

Ni Made Frischa Aswarini, lahir pada 17 Oktober 1991. Alumni jurusan Sejarah Universitas Udayana ini belajar menulis di Komunitas Sahaja, Denpasar.

Puisinya dimuat di Tempo, Kompas, Bali Post, jurnal Le Banian, Indopos, Pikiran Rakyat, diterjemahkan ke bahasa Inggris dan Perancis dan telah dibukukan, termasuk dalam antologi puisi penyair lintas bangsa Happiness, The Delight-Tree 2 (United Nations SRC Society of Writers, 2016) ; Ubud Writers and Readers Festival 2013 Through Darkness Through Light; kumpulan puisi Indonesia-Perancis Coleur Femme (2011) diterbitkan oleh Forum Jakarta-Paris, Alliance Francaise; antologi puisi Kavaleri Malam Hari (Abdurrahman Wahid Centre UI, 2017); Lebih Baik Putih Tulang Daripada Putih Mata, antologi Festival Puisi Bangkalan II (2017)  Pertemuan Penyair Nusantara VI Sauk Seloko (2012); antologi Kampung dalam Diri, Temu Penyair Muda Lima Kota (Payakumbuh, 2008); antologi puisi Temu Sastrawan Indonesia II Pedas Lada Pasir Kuarsa (2009); dan beberapa buku lainnya.

Esainya pernah dimuat di Radar Bali, Bali Tribune, Tribun Bali, Kompas, Bali Post dan Jurnal Akar. Juara II Nasional Kompetisi Esai “Mengenang Raden Saleh” (2013) diadakan oleh Goethe Institut, Tempo. Tulisannya termasuk dalam 25 esai terbaik se-Indonesia dalam kompetisi esai Menyembuhkan Luka Sejarah (Tempo-Majalah Historia, 2010). Bersama tiga penulis lain, menyusun biografi kreatif seniman Made Wianta bertajuk Waktu Tuhan (2008).

Tahun 2015 menjadi pembicara pada sesi book launch serangkaian Ubud Writers and Readers Festival. Terpilih mewakili Indonesia dalam Young South East Asian Leader Initiative (YSEALI) Generation Education diadakan oleh Pemerintah Amerika Serikat di Bangkok, Thailand, 2015. Mewakili Indonesia dalam pertukaran pemuda ke Kanada, Youth Leader in Action, Indonesia–Canada Youth Exchange Program 2014-2015 (Kemenpora RI-Canada World Youth); tahun 2017 mengikuti riset kolaboratif yang diadakan oleh YSEALI dan University of Puget Sound, Amerika Serikat , di Yogyakarta.

Tahun 2013, diundang sebagai penulis dan menjadi panelis di Ubud Writers and Readers Festival; reporter representasi TVRI Nasional dalam liputan International Children Festival di Izmir, Turki. Tahun 2012, mengikuti program penulisan puisi MASTERA (Majlis Sastera Asia Tenggara); menjadi pembicara dialog budaya di Publika, Kuala Lumpur; membaca puisi di The Arts House, Singapura.

Pembicara dialog sastra “Peran Umbu Landu Paranggi dalam Dunia Kesusastraan” (Jakarta, 2010); Pembicara Bali Emerging Writers Festival (2011 dan 2012) dan moderator BEWF (2011-2015). Pembicara dalam peluncuran buku Waktu Tuhan di Malang, Surabaya, Jogja, Solo dan Bali (2008-2009). Tahun 2007 membacakan salah satu puisinya di hadapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia juga bekerja sebagai presenter berita dan dialog “Wacana Publik” di TVRI Bali. Baru-baru ini, menjadi penulis ide cerita terbaik (dari 2.115 naskah se-Indonesia) untuk sekuel kedua film Filosofi Kopi (Visinema Pictures, 2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s