carkas#1 : Ada Apa dengan Amour?

Bukan karena besok Valentine, lantas tulisan ini ada. Amour, film terbaik di Festival de Cannes 2012, memang cukup memikat, walau kalau boleh jujur, saya butuh waktu lama sampai akhirnya memutuskan untuk menontonnya. Ah, dramatis amat.. tapi wajarkah saya cemas melihat film bertema cinta? Sinema ini menghadirkan sepasang suami istri lanjut usia sebagai tokoh utama. Begitu film dibuka…

Merawat Harapan ODS di Rumah Berdaya

Tepuk tangan terdengar begitu video dokumenter tentang Wayan Sumartana (36) usai ditayangkan Sabtu lalu (14/1). Di tengah suasana semarak yang hangat itu, ibunda Wayan terlihat berkaca-kaca. Ia terharu, mengingat lagi perubahan putra pertamanya yang menyandang Skizofrenia. Berbeda dari tahun lalu, kini Wayan tak lagi dipasung seperti terekam dalam film. Malam itu, ia duduk tak jauh…

Gugatan dalam Karya Gustra

Potret orang-orang berlumuran cat aneka warna yang sebagian berwajah seram itu tampak memenuhi pigura. Salah satu diantaranya terlihat memakai smartphone, sementara pemuda lain yang sekujur tubuhnya berwarna hijau mengenakan kain poleng dan kacamata hitam. Ada juga anak kecil berwujud serupa zombie dengan bercak darah buatan di baju. Tangan mungilnya tampak menggenggam penjor. Di tengah-tengah mereka…

KEMBALI KE LABERGE

sepi meleleh di unggun api abu hari berhembus ke hangus kayu apalah beda senja dan malam mentari bangun dan terbenam tak terkira tak lagi setia pada kita pada angsa yang dulu kusisipkan selapis tanya tentang muasalnya melekat di sela tipis bulu sayap yang gugur perlahan sepanjang migrasi ke Selatan pada laba-laba hitam yang silam tertaut…

DI KEMENUH

Melintasi desa ini aku terkenang padamu sekecup senja yang dulu dan hari-hari yang lekas pergi singgahlah pada setapak jalan di Kemenuh dan temui aku di sana bersama puisi yang berenang di kali-kali kecil bocah-bocah mandi di bening sungai dekat sawah yang mengingatkan siapa saja pada masa tua yang bahagia atau waktu kanak ketika ayah yang…

HANGUS ROTIKU

Dua roti dalam pemanggang air panas dalam poci laparku terbit sebelum matahari pada dinding masih tercium wangi kamomil juga kopi kemarin dan di bagian piring yang luput dicuci tersisa hambar warna mentega ah, menit selalu terlambat tiba setiap kali kunanti matang sarapan mungkin ia tengah singgah di kampungku jadi saksi doa dan upacara atau menghidupi…

MEMANGKUR SAGU

            : Suku Kamoro “Sudah waktunya” para tetua berkata dengan isyarat tangan doa mengalun ke langit syukur terimakasih bagi pohon terpilih mengayun kapak tetua menari rumbai rumbia para mama sambut sagu pertama di musim itu terbayang wajah anak-anak di rumah buah tangan dan sukacita dibawa pulang sebelum petang terkenang pula kisah di waktu silam tentang…